30 July 2018

Apa sih Android Go? Apa Bedanya dengan Android Biasa?

Di era yang serba digital ini, pengguna smartphone pasti sudah nggak asing dengan yang namanya operating system. Sebut saja OS Android besutan Google dan iOS yang merupakan operating system khusus smartphone keluaran Apple. Bisa dibilang dua OS ini adalah operating system yang paling banyak digunakan pengguna smartphone di dunia. Jika iOS hanya terbatas untuk pengguna iPhone dan iPad saja, Android jauh lebih fleksibel karena bisa digunakan oleh semua vendor smartphone yang ada di dunia (kecuali Apple), seperti Samsung, Sony, Oppo, Xiaomi, Vivo, LG, dan banyak lagi lainnya.

Kali ini saya akan membahas tentang operating system terbaru keluaran Google bernama Android Go. Apa sih Android Go itu? Bagi teman-teman yang belum tahu, Android Go ini adalah OS Android versi ringan yang didesain khusus untuk smartphone dengan spesifikasi rendah (entry-level smartphone). Sebagai project terbaru dari Google, Android Go ini dibuat berdasarkan OS Android Oreo 8.0 dan memiliki nama lain Android Oreo (Go Edition). Jadi intinya, kalau OS Android Oreo versi standar itu dirancang untuk smartphone dengan spesifikasi menengah ke atas, Android Go ini dirancang khusus untuk smartphone berspesifikasi rendah seperti memiliki RAM 1GB atau kurang, memory internal yang pas-pasan, dan CPU seadanya.
 

 

Google resmi memperkenalkan Android Go ini di acara Google I/O bulan Mei tahun 2017 lalu. Kemudian, Google memperkenalkan beberapa smartphone yang menggunakan OS Android Go untuk pertama kalinya di acara Mobile World Congress (MBW) 2018 bulan Maret lalu, antara lain Alcatel 1X, Nokia 1, General Mobile GM 8 Go, Micromax Bharat Go, Lava Z50, Asus Zenfone Live L1, dan Huawei Y3. 



Selain itu, Google juga mengklaim bahwa Android Go ini memiliki beberapa keunggulan dibandingkan android versi regularnya. Salah satunya adalah dari segi kecepatan. Sebagai versi “ringan” dari OS Android Oreo, Google mengklaim bahwa kemampuan Android Go dalam membuka aplikasi 15% lebih cepat dari android pada umumnya. Selain itu, beberapa aplikasi bawaan Google pun didesain khusus lebih ringan agar bisa berjalan optimal di Android Go, sebut saja seperti Youtube Go, Gmail Go, Google Go, Google Assistant Go, dan Google Maps Go. Nggak tanggung-tanggung, aplikasinya juga lebih “ramah” memori dari aplikasi standarnya, lho. Contohnya, jika aplikasi search standar Google berukuran 60MB, aplikasi search Google Go hanya berukuran 4,65MB saja. Jika aplikasi Youtube versi standar memakan memori sekitar 25MB, Youtube Go cuma butuh 8,9MB saja. Tidak hanya itu saja, dengan kehadiran fitur Data Saver smartphone yang menggunakan Android Go akan lebih hemat memakan kuota ketika berselancar di internet. Hebat, kan?


Nah, teman-teman ada yang tertarik untuk beralih ke Android Go?

2 comments

  1. Sayangnya versi ini blm dirilis secara free alias kl mau paket ya hrs beli hapenya yg udah android go.nice info gan

    ReplyDelete
    Replies
    1. bener banget gan. sayang, ya. Padahal ane pengen banget bisa ngrasain android go di hp jadul ane :(

      Delete


EmoticonEmoticon